Prof. Kemal Taruc, Kupas Ketahanan Perkotaan di PWK ITN Malang

Prof.-Kemal-Taruc-Kupas-Ketahanan-Perkotaan-di-PWK-ITN-Malang-1-732x488

Ketahanan perkotaan (resilient city) menjadi issue tersendiri dewasa ini. Karena kota tidak lepas dari ancaman bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat tindakan manusia. Seperti dampak banjir, tanah longsor, perubahan iklim dan permasalahan lain di perkotaan. Teknologi dan pengetahuan yang berkembang di perkotaan belum bisa menyelesaikan masalah tanpa diimbangi dengan perencanaan tata ruang wilayah dan kota yang baik. Ketahanan kota dalam menghadapi bencana inilah yang dikupas oleh Prof. Kemal Taruc, host Northeastern University Boston, dalam kuliah tamu di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jumat (20/10).

Prof.-Kemal-Taruc-Kupas-Ketahanan-Perkotaan-di-PWK-ITN-Malang-2

Profesor yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini membeberkan pergeseran perubahan paradigma terjadi di masyarakat perkotaan. Kota atau kehidupan perkotaan sebagai sistem yang kompleks, teritorial sebagai paradigma perencanaan vs fungsionalitas (misalnya pertumbuhan ekonomi), serta socio-ecological dari ‘open city’.

Ia menjelaskan perubahan paradigma masyarakat socio-ecologic dengan sistem kota yang terbuka (open city) dimana interaksi antar masyarakat akan berdampak pada perubahan sebuah kota. “Saat ini kehidupan di perkotaan sangat kompleks, sehingga tata ruang kota harus memperhatikan segala aspek termasuk manusianya. Sebenarnya yang berubah itu bukan kotanya tapi manusianya,” ujar dosen PWK Universitas Tarumanegara, Jakarta ini.

Melihat kondisi tersebut Profesor Kemal Taruc melakukan penelitian tentang ketahanan perkotaan di Northeastern University. Dimana ketahanan menjadi perubahan baru di perkotaan. Bagaimana seharusnya kota dirancang sehingga bisa menghadapi bencana secara mandiri. Hal ini tentu saja terkait dengan perencanaan dan pembuatan kebijakan.

Issue ini menurut Maria Christina Endarwati, ST.MIUEM., dosen PWK ITN Malang perlu diketahui oleh mahasiswa. Berbicara masalah perencanaan kota dan wilayah memang sangat dinamis. Baik itu teori pengembangan kota itu sendiri, updating peraturan-peraturan yang menunjang perencanaan, sampai dengan konsep baru yang manjadi issue nasional ataupun internasional.

“Nah Profesor Kemal Taruc merupakan salah satu bapak resilient city-nya Indonesia. Yang masih mengeksplore pengembangan resilient city di Indonesia serta universitas atau perguruan tinggi mana yang mau ikut terlibat dalam penyusunan konsep resilient city di Indonesia,” ujar lulusan Royal Melbourne Institute of Technology, Australia ini.

Ia menambahkan, PWK ITN Malang tahun lalu bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam hal penyusunan bagaimana ketangguhan suatu kota dari sisi bencana dan perubahan iklim. “Ini diterapkan di tujuh kota. Jadi sudah kita lihat seberapa tangguh tujuh kota tersebut pulih dan bisa mempunyai daya lenting untuk tetap kuat dan mampu menghadapi bencana dan perubahan iklim. Makanya PWK ITN akan membuat pusat kajian ASEAN Urban Resilient Centre,” pungkasnya. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page