World of Work Planology in the Discussion
Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) ITN Malang telah menggelar webinar yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan tema “World Of Work Planology in the Discussion” yang dilaksanakan pada 20 Maret 2021 dengan tujuan untuk mengetahui prospek kerja mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota setelah lulus. Webinar kali ini menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori oleh Gatot Subroto ST, M.Ars yang merupakan dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITN Malang. Narasumber pertama, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. (Sekretaris Daerah Kabupaten Malang). Narasumber kedua, R Muh Adamsyach Adikara, ST., MT (Ketua Umum IAP Jawa Timur). Sedangkan narasumber ketiga, Wahyu Atiq Widiantoro, ST., MT (Staf Perencanaan Tata Ruang, Dinas PUPR-PERKIM Provinsi Kalimantan Utara). Acara Webinar ini dibuka MC dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Ardiyanto Maximilianus Gai, ST.,.

Pemaparan pertama oleh Dr. Ir Wahyu Hidayat, M.M memaparkan bahwa tuntutan untuk menjadi pekerja yang siap dengan beragam keahlian menjadi lebih tinggi. Pengalaman bekerja akan menjadi hal yang sangat penting dan menentukan kemampuan adaptasi yang sangat tinggi nilainya. Lebih lanjut, Dr. Ir Wahyu Hidayat, M.M menjelaskan bahwa terdapat 10 Kemampuan yang dibutuhkan: Kemampuan Pemecahan Permasalahan Kompleks, Berpikir Kritis, Kreativitas, Manajemen Massa, Bekerja Sama, Mengatur Waktu, Mampu mengambil keputusan, Kemampuan Untuk Melayani, Kemampuan Negoisasi, dan Kemampuan Kognitif yang Fleksibel. Ilmu yang menjadi ilmu tambah sebagai seorang planner yaitu ilmu pemetaan, ilmu ekonomi, transportasi, serta hukum administrasi. Dr. Ir Wahyu Hidayat, M.M menjelaskan bahwa seorang planner harus memiliki minimal kemampuan dasar dari ilmu pemetaan guna menunjang skill dalam menyusun sebuah program perencanaan. Sebuah perencanaan dilakukan guna meningkatkan dan juga melakukan pemerataan pembangunan di suatu wilayah. Beberapa bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh lulusan perencanaan wilayah dan kota diantaranya adalah konstruksi dan bangunan, ASN/pegawai negeri sipil, pemetaan, arsitektur, konsultan, NGO-LSM, Properti, agen developer, dan juga appraiser. Isu strategis di bidang perencanaan wilayah yang membuka peluang kerja bagi lulusan perencanaan wilayah dan kota yaitu isu strategis.
Pemaparan kedua oleh R Muh Adamsyach Adikara, St.,MT menjelaskan bahwa Planolog dan Urban Planner memiliki perbedaan. Planolog merupakan seorang ahli multi disiplin yang memadukan antar sektor dan stakeholders untuk optimalisasi limitasi sumberdaya. Sedangkan Urban Planner merupakan seseorang yang menyusun rencana dan program pembangunan untuk penggunaan lahan dan infrastruktur. Mereka menggunakan perencanaan untuk menciptakan komunitas, mengakomodasi pertumbuhan, atau merevitalisasi fasilitas fisik di kota, kota besar, kabupaten, dan wilayah metropolitan. R Muh Adamsyach Adikara, St.,MT menjelaskan lebih lanjut bahwa setelah mahasiswa perencanaan wilayah dan kota melakukan KKN/Kerja Praktek, ada tiga pilihan yang bisa dipilih yaitu kuliah saja, kuliah dan kerja, atau melakukan kerja dan kuliah terminal. Dalam dunia konsultan (swasta) terdapat fase sebagai berikut.

Rekognisi Kompetensi Wajib dimiliki oleh seorang Planner. Perbedaan Asisten dan Planner terletak pada Kemampuan Komunikasi Hasil Rencananya. R Muh Adamsyach Adikara, ST., MT menjelaskan bahwa IAP ada untuk planolog. Pada Pasal 235 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 terdapat beberapa pembinaan Profesi Planner, diantaranya pendidikan profesi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, sertifikasi kompetensi ahli bidang Penataan Ruang, dan pemberian lisensi perencana Tata Ruang. Perencana muda (Young planners) adalah elemen penting dalam asosiasi profesi perencana wilayah dan kota. Yang menjadi young planner adalah mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, dan yang berada di semester akhir atau sedang menyelesaikan tugas akhir.

Pemaparan ketiga oleh Wahyu Atiq Widiantoro, ST., MT memaparkan seorang planner harus pandai berkomunikasi, mampu melakukan pengamatan dan analisa, tidak menunda pekerjaan (pandai mengatur waktu), terus berinovasi, dan juga mudah bersosialisasi. Seorang planner professional memiliki pengetahuan tentang tata ruang/desain fisik, pemahaman tentang dampak sosial dan lingkungan, pemahaman tentang interaksi antara guna lahan, problem solver, dan penguasaan system informasi geografis dan perangkat IT. Etika profesi perencanaan yang merupakan kewajiban utama adalah melayani publik, rajin dan kompeten, kontribusi terhadap pengembangan profesi, serta integritas. Prospek kerja bidang PWK dalam instansi pemerintahan yaitu Kementerian ATR/BPN, Kement.PUPR, Kement. Desa & Daerah tertinggal, Bappenas, BPIW, BIN, Bappeda, Dinas PUPR-Perkim, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan seluruh instansi yang terkait bidang perwilayahan. Prospek kerja di Instansi Swasta yaitu Bidang Pembangunan dan Properti, Konsultan/kontraktor, Fasilitator Masyarakat, dan Bidang Infrastruktur. Dalam lembaga pendidikan bisa menjadi tenaga pengajar/dosen. Sedangkan di luar bidang keilmuan yaitu kemampuan analisis masalah dan perencanaan wilayah. Karir seorang planner adalah menjadi Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota, Ahli Pembuatan Peta Wilayah, Arsitek Pembangunan, Perencana Jalur Transportasi dan Fasilitas Umum, Manajer Konsultan/Surveyor Pembangunan, serta Penempatan di berbagai Perusahaan.



